Close
Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui

Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui

Salam sejahtera! Selamat datang di Berbagi Sehat, tempatnya informasi tentang kesehatan. Kali ini saya akan membahas tentang Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui. Simak pembahasan dibawah ini dengan teliti.

Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui

Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui – Anemia merupakan Kondisi dimana seseorang memiliki jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin yang lebih sedikit dari normal.

Anemia mengurangi kapasitas darah untuk membawa oksigen. Pasien dengan anemia mungkin merasa lelah, mudah lelah, tampak pucat, mengembangkan palpitasi, dan menjadi sesak napas. Anak-anak dengan anemia kronis rentan terhadap infeksi.

Anemia adalah suatu keadaan dengan kadar hemoglobin darah yang lebih rendah daripada normal sebagai akibat ketidakmampuan jaringan pembentuk sel darah merah dalam produksi guna mempertahankan kadar hemoglobin pada tingkat normal sedangkan anemia gizi besi adalah anemia yang timbul, karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu.

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh tidak kuat sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh. Anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasi hemoglobin atau hematokrit nilai ambang batas yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah (eritrosit) dan hemoglobin, meningkatnya kerusakan eritrosit, atau kehilangan darah yang berlebihan.

Defisiensi Fe berperan besar dalam kejadian anemia, namun defisiensi zat gizi lainnya, kondisi nongizi, dan kelainan genetik juga memainkan peran Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk kelompok orang menurut umur dan jenis kelamin. Hemoglobin adalah zat warna di dalam darah yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dalam tubuh.

Defisiensi Fe diartikan sebagai keadaan biokimia Fe yang abnormal disertai atau tanpa keberadaan anemia. Anemia defisiensi Fe terjadi pada tahap anemia tingkat berat yang berakibat pada rendahnya kemampuan tubuh memelihara suhu, bahkan dapat mengancam kematian.

Penyebab utama anemia adalah perdarahan, hemolisis (penghancuran berlebihan sel darah merah), kekurangan produksi sel darah merah (seperti pada penyakit sumsum tulang), dan kekurangan produksi hemoglobin normal. Perempuan lebih cenderung memiliki anemia daripada laki-laki karena kehilangan darah menstruasi.

Pada anak-anak, anemia paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia juga sering disebabkan oleh perdarahan gastrointestinal yang disebabkan oleh obat-obatan, termasuk obat-obatan umum seperti aspirin dan ibuprofen.

Apa Itu Hemoglobin ?

Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Sedangkan Menurut William, Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin.

Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berperan penting dalam peningkatan kinerja fisik, sebab hemoglobin memiliki fungsi untuk mengikat oksigen dan mengantarkan oksigen yang dibutuhkan jaringan selama beraktifitas. Pada saat melakukan aktifitas, maka individu melakukan kontraksi otot yang memerlukan energi. Energi diperoleh dari metabolisme dalam sel yang membutuhkan oksigen dan menghasilkan sisa berupa uap air (H2O) dan karbondioksida. Apabila seseorang melakukan latihan fisik, maka latihan fisik tersebut akan menyebabkan terjadinya hipoksia (kekurangan oksigen dalam darah) dan hipoksia sendiri dapat memicu peningkatan hemoglobin dalam darah. Karna Hipoksia akan merangsang sekresi hormon eritropoietin dalam sirkulasi darah, dengan disekresikannya hormon eritropoietin, maka akan merangsang produksi proeritoblas dari sel sistem hematopoetik di sumsum tulang dan eritropoietin juga akan mempercepat tahap eritoblastik dibandingkan dengan keadaan normal. Sehingga produksi sel darah merah baru akan semakin cepat.

Produksi proeritroblas dimulai pada awal pembentukan hemoglobin dan secara otomatis akan dimulai bersamaan dengan pembentukan sel darah merah. Dengan latihan yang rutin maka hipoksia akan terus terjadi, sehingga merangsang sekresi hormon eritropoetin secara teratur yang akan menyebabkan produksi sel darah merah dalam sumsum tulang juga akan semakin bertambah banyak. Begitu juga dengan pembentukan hemoglobin yang dibentuk bersamaan dengan sel darah merah.

Itulah penjelasan tentang anemia, semoga anda terhindar dari penyakit ini. Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat dan jagalah kesehatan selalu. Salam sejahtera!

Posted by: Berbagi Sehat

Definisi Anemia Yang Perlu Diketahui

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *