Close

Mengenali Penyebab dan Gejala Penyakit Diabetes

Salam sejahtera! Selamat datang di Berbagi Sehat Tempatnya Berbagi Informasi Seputar Kesehatan. Disini Anda akan mendapatkan berbagai informasi menarik tentang kesehatan. Kali ini akan membahas tentangĀ Penyebab dan Gejala Penyakit Diabetes.

Mengenali Penyebab dan Gejala Penyakit Diabetes

Pengertian Penyakit Diabetes

Diabetes yaitu suatu penyakit, di mana tubuh penderitanya tidak dapat secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk pasokan energi.

Diabetes merupakan gangguan metabolisme (metabollic syndorme) dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah.

Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang dengan melalui urine.

Gangguan tersebut terjadi sekali lagi bila insulin tidak diproduksi lagi oleh tubuh atau jumlahnya tidak cukup, atau juga sel-sel tubuh tak dapat meresponnya secara normal (insulin resisctance).

Dalam kasus normal, setiap orang membutuhkan glukosa atau zat gula untuk kesehatannya, karena organ vital kita membutuhkannya sebagai sumber energi, yang nantinya dibakar oleh oksigen. Terutama otak, sepenuhnya tergantung pada pasokan gula dan oksigen untuk dapat bekerja dengan baik.

Banyak proses enzimatik yang mengatur metabolisme tubuh membutuhkan gula sebagai bahan dasarnya. Jadi, manusia tidak bisa hidup tanpa gula. Masing-masing sel tubuh kita membutuhkan glukosa, gula sederhana yang diserap tubuh dari karbohidrat, sayur-sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya sebagai bahan bakar, sebagaimana fungsi bensin bagi mobil.

Seperti sel-sel darah menghabiskan 30 gram glukosa setiap hari. Sistem saraf pusat membutuhkan lebih dari 150 gram, belum lagi kebutuhan dari organ-organ lainnya dan untuk keperluan sistem metabolisme.

Glukosa yang diserap tubuh dari makanan itu digunakan sesuai dengan keperluan. Bila pasokan glukosa tersebut berlebih, sisanya disimpan pada jaringan otot sebagai senyawa lemak yang disebut glikogen, yang pada waktunya akan digunakan pada saat tubuh mengalami kekurangan pasokan gula dari luar.

Tugas pengaturan pengiriman glukosa ke jaringan yang membutuhkan tersebut dibebankan pada hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Di saat jaringan tubuh kekurangan pasokan glukosa karena terhambat di pembuluh darah itu, muncullah gejala kelelahan, lapar gula, dan perasaan mudah tersinggung.

Sedangkan gula yang menumpuk banyak di dalam pembuluh darah akan membuat darah menjadi kental dan alirannya melambat, sehingga mengakibatkan gangguan pada pasokan oksigen yang dibawah oleh darah.

Padahal untuk dapat bekerja dengan optimal, tubuh membutuhkan oksigen yang cukup untuk membakar gula menjadi energi. Akibat kekurangan oksigen tersebut, tubuh kehilangan tenaga dengan munculnya gejala kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar.

Gangguan insulin tersebut juga berakibat berlebihnya kadar lemak di pembuluh darah dengan resiko terjadinya pengerasan pembuluh darah arteri, sehingga komplikasi diabetes tercatat sebagai penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Ada beberapa macam penyakit diabetes, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan hasil dari kegagalan tubuh untuk menghasilkan insulin yang cukup. Sel beta pankreas rusak dan tidak dapat diubah sehingga tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup.

Hal ini diyakini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang aktif yang bukannya melawan mikroba asing yang mengubah sel-sel tubuh sendiri dan mulai menghancurkan sel-sel pankreas.

Karena diabetes tipe 1 telah ditemukan pada kedua kembar identik dalam studi, empat gen dianggap penting. Satu (6q) menentukan kepekaan sel-sel islet pankreas terhadap kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh virus atau reaktivitas silang dari antibodi yang diinduksi susu sapi.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dihasilkan dari resistensi terhadap insulin. Mungkin ada tingkat insulin yang normal atau meningkat pada awalnya. Sel beta pankreas mencoba mengeluarkan insulin lebih banyak pada awalnya untuk memenuhi tuntutan tubuh yang meningkat. Ketika gagal, diabetes tipe 2 berkembang.

Risiko diabetes melitus tipe 2 termasuk kelebihan berat badan dan aktivitas fisik. Semua kelompok ras terpengaruh tetapi peningkatan prevalensi pada orang-orang dari keturunan Asia Selatan, Afrika, Afrika-Karibia, Polinesia, Timur Tengah dan Amerika-India dicatat.

Faktor risiko lain untuk diabetes tipe 2 termasuk riwayat diabetes gestasional, gangguan toleransi glukosa, gangguan glukosa puasa, penggunaan obat seperti diuretik tiazid bersama dengan beta-blocker, rendah serat, diet indeks glikemik tinggi, sindrom metabolik, sindrom ovarium polikistik, riwayat keluarga dan mereka yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah.

Diabetes Gestasional Kehamilan atau Kehamilan

Wanita hamil yang tidak pernah menderita diabetes sebelumnya dapat mengembangkan peningkatan permintaan insulin selama kehamilan. Ini mungkin tidak dipenuhi oleh peningkatan sekresi insulin dan hasil diabetes gestational. Ini mempengaruhi 4 hingga 5% dari semua wanita hamil. Ini mungkin mendahului perkembangan diabetes tipe 2.

Onset Maturitas Diabetes Muda

Ini adalah kombinasi dari beberapa bentuk diabetes semua yang dihasilkan dari satu cacat genetik yang mempengaruhi fungsi sel beta yang mengakibatkan gangguan sekresi insulin. Mungkin ada sedikit gula darah tinggi di usia muda. Cacat genetik ini biasanya diwariskan secara autosomal-dominan.

Diabetes Sekunder

Diabetes sekunder terjadi karena penyakit yang mempengaruhi pankreas atau organ endokrin lainnya. Ini menyumbang 1 hingga 2% dari semua penderita diabetes.

Penyebab Penyakit Diabetes

Ada beberapa yang menjadi penyebab terjadinya penyakit yang mematikan ini, yaitu:

1. Sering mengabaikan sarapan

Sering mengabaikan sarapan merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menjadi penyebab diabetes. Saat Anda tidak sarapan, kadar gula darah yang ada di dalam tubuh akan menurun. Akibatnya, Anda cenderung ingin mengonsumsi makanan manis sebagai cemilan dan minuman manis lainnya.

2. Jarang olahraga

Jarang berolahraga akan membuat lemak yang ada di dalam tubuh semakin menumpuk. Jika terus dibiarkan, hal itu dapat mengakibatkan penumpukan lemak, kolesterol, serta peningkatan kadar gula darah. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat memicu penyakit diabetes, stroke, hingga penyakit jantung.

Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu.

3. Merokok

Asam rokok ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan dan sifatnya sangat komplek. Termasuk terhadap risiko seseorang mudah terserang penyakit diabetes melitus.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, yang melibatkan 5.572 orang pria dan wanita, diperoleh hasil bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 hingga 22%.

Jika kebiasaan buruk ini masih diiringi dengan gaya hidup yang tidak sehat dan jarang beraktivitas fisik, risiko terserang diabetes ataupun penyakit berbahaya lainnya juga bisa meningkat.

4. Tidur kurang

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Chicago, kurang tidur selama 3 hari dapat menyebabkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Ini artinya, kandungan gula darah menjadi semakin tinggi dan risiko terserang diabetes meningkat.

5. Riwayat keluarga

Faktor keturunan atau genetik mempunyai kontribusi yang besar terhadap risiko terkena penyakit diabetes. Seseorang dengan garis keturunan diabetes akan memiliki risiko enam kali lebih tinggi dari orang bukan keturunan.

6. Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon insulin. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin.

Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak.

7. Usia yang semakin bertambah

Usia di atas 40 tahun tubuh mulai mengalami kepekaan terhadap insulin. Wanita yang sudah mengalami monopause juga punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin.

8. Minuman manis

Sudah jadi hal yang biasa bahwa minuman manis dengan kandungan gula tinggi menjadi penyebab utama diabetes tipe-2. Gula, sebagaimana diketahui, dapat menyebabkan resistensi insulin.

Meminum satu hingga dua gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sehingga 26 persen. Untuk tetap terhidrasi, Anda dapat mengurangi konsumsi minuman manis dan memperbanyak air mineral untuk tubuh.

9. Lemak jenuh

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe-2. Sementara lemak jenuh diketahui mampu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Lemak jenuh dapat ditemukan di sejumlah sumber makanan seperti daging, mentega, susu, dan keju.

10. Daging merah

Sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa 3 ons daging merah per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 19 persen. Sementara konsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko hingga 51 persen.

Untuk itu, ada baiknya jika Anda beralih pada sumber protein yang mampu meningkatkan kesehatan seperti ikan. Atau jika ingin merasakan nikmatnya daging merah, Anda dapat mengombinasikannya dengan semangkuk sayur.

11. Karbohidrat olahan

Ketika sumber karbohidrat diolah, vitamin dan mineral yang ada di dalamnya tentu akan hilang. Kalori tanpa nutrisi ditambah dengan kandungan gula tinggi merupakan penyebab diabetes.

Gejala Penyakit Diabetes

Gejala penyakit diabetes dapat muncul sebelum kondisi telah sepenuhnya dikembangkan, dalam kondisi yang disebut pradiabetes. Ini terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya, tetapi tidak pada tingkat di mana diabetes tipe 2 dapat didiagnosis.

Ada banyak tanda dan gejala yang bisa menunjukkan diabetes. Tanda dan gejala dapat mencakup hal-hal berikut:

  • Rasa haus yang tidak biasa
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan berat badan
  • Kelelahan ekstrim
  • Penglihatan kabur
  • kekurangan energi
  • Infeksi yang sering atau berulang
  • Potongan dan memar yang lambat untuk disembuhkan
  • Sering kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi

Jika Anda tidak memiliki gejala dan Anda berusia 40 tahun atau lebih, Anda harus diperiksa. Penting untuk mengenalinya bagaimanapun, bahwa banyak orang yang memiliki penyakit diabetes tipe 2 mungkin tidak menunjukkan gejala.

Dalam insiden prediabetes, tidak ada gejala. Orang mungkin tidak sadar bahwa mereka mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2 karena mereka tidak memiliki gejala atau karena gejalanya sangat ringan sehingga tidak terdeteksi selama beberapa waktu.

Namun, beberapa individu memang mengalami tanda peringatan, jadi penting untuk mengenalinya. Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat dan sehat selalu. Salam sejahtera!

Posted by: Berbagi Sehat

Mengenali Penyebab dan Gejala Penyakit Diabetes

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *