Close

Kenali Beberapa Hal yang Menyebabkan Ablasi Retina

Salam sejahtera! Selamat datang di Berbagi Sehat Tempatnya Berbagi Informasi Tentang Kesehatan Terupdate. Kali ini kami akan membahas artikel yang diberi judul Kenali Beberapa Hal yang Menyebabkan Ablasi Retina.

Selamat Membaca!

Kenali Beberapa Hal yang Menyebabkan Ablasi Retina

Retina adalah jaringan peka cahaya yang melapisi bagian belakang mata kita. Sinar cahaya difokuskan ke retina melalui kornea, pupil, dan lensa kami.

Retina mengubah sinar cahaya menjadi impuls yang berjalan melalui saraf optik ke otak kita, di mana mereka ditafsirkan sebagai gambar yang kita lihat. Retina yang sehat dan utuh adalah kunci visi yang jelas.

Bagian tengah mata kita diisi dengan gel bening yang disebut vitreous (vi-tree-us) yang melekat pada retina. Kadang-kadang gumpalan kecil gel atau sel di dalam cairan vitreus akan memberi bayangan pada retina, dan Anda mungkin terkadang melihat titik-titik kecil, bintik-bintik, tali atau awan bergerak di bidang penglihatan Anda, ini disebut floaters. Anda dapat sering melihatnya saat melihat latar belakang polos dan terang, seperti dinding kosong atau langit biru.

Seiring bertambahnya usia, cairan vitreus dapat menyusut dan menarik retina. Ketika ini terjadi, Anda mungkin melihat apa yang tampak seperti lampu berkedip, kilatan petir ini disebut flash.

Biasanya, cairan vitreous menjauh dari retina tanpa menimbulkan masalah. Tetapi terkadang cairan vitreus menarik cukup keras untuk merobek retina di satu tempat atau lebih.

Cairan dapat melewati robekan retina, mengangkat retina dari bagian belakang mata. Sama seperti wallpaper dapat mengelupas dinding. Ketika retina ditarik dari belakang mata seperti ini, itu disebut ablasi retina. Retina tidak berfungsi ketika terlepas dan penglihatan menjadi buram.

Ablasio retina adalah gangguan mata yang terjadi ketika retina (selaput bening di belakang mata), terlepas dari bagian belakang mata. Beberapa orang juga menyebut gangguan mata ini sebagai ablasi retina.

Apabila retina lepas, sel mata dapat menjadi kekurangan oksigen. Terlepasnya retina dari struktur mata menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau bahkan bisa total, bergantung seberapa banyak bagian retina yang lepas.

Kenali Beberapa Hal yang Menyebabkan Ablasi Retina

Ablasi retina dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada orang di atas usia 40 tahun. Ini memengaruhi pria lebih daripada wanita, dan kulit putih lebih banyak daripada orang Afrika dan Amerika.

Ablasi Retina Mempunyai beberapa jenis, diantaranya:

  1. Rhegmatogenous Retinal Detachment
  2. Ablasio retina traksi (Traction Retinal Detachment)
  3. Pelepasan eksudatif (exudative detachment)
  • Rhegmatogenous Retinal Detachment

Jika Anda memiliki ablasi retina rhegmatogenous, berarti Anda memiliki robekan atau lubang di retina Anda. Ini memungkinkan cairan dari dalam mata Anda masuk melalui lubang dan berada di belakang retina Anda.

Cairan memisahkan retina dari epitel pigmen retina, yang merupakan membran yang memberikan makanan dan oksigen pada retina Anda, menyebabkan retina terlepas. Ini adalah jenis detasemen retina yang paling umum.

  • Ablasio retina traksi (Traction Retinal Detachment)

Ablasio retina traksi terjadi ketika jaringan parut pada permukaan retina berkontraksi dan menyebabkan retina Anda menjauh dari bagian belakang mata Anda. Ini adalah jenis detasemen yang kurang umum yang biasanya mempengaruhi penderita diabetes mellitus.

Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah dengan sistem vaskular retina, dan kerusakan vaskular ini nantinya dapat menyebabkan akumulasi jaringan parut pada mata Anda yang dapat menyebabkan ablasi retina.

  • Pelepasan eksudatif (exudative detachment)

Pada pelepasan retina eksudatif, retina tidak mengalami robekan. Penyakit retina seperti gangguan peradangan atau penyakit Coats’, yang menyebabkan perkembangan abnormal pada pembuluh darah di belakang retina, menyebabkan pelepasan retina jenis ini.

Yang Berisiko Terkena Ablasi Retina ?


Ablasi retina juga lebih mungkin terjadi pada orang yang:

  1. Sangat rabun jauh
  2. Pernah memiliki ablasi retina di mata lainnya
  3. Memiliki riwayat detasemen retina dalam keluarga
  4. Pernah menjalani operasi katarak
  5. Memiliki penyakit atau kelainan mata lainnya, seperti retinoschisis, uveitis, miopia degeneratif, atau degenerasi kisi
    Pernah mengalami cedera mata

(Baca Juga Artikel Lainnya: Cara Mengobati Penyakit Ablasi Retina Tanpa Perlu Repot)

Sekian artikel kami bahas dengan lugas, semoga dapat bermanfaat untuk yang membacanya dan sehat selalu. Salam sejahtera !

Posted by: Berbagi Sehat

Kenali Beberapa Hal yang Menyebabkan Ablasi Retina

Sumber:

  • Healthline.com
  • nei.nih.gov
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *