Close

5 Manfaat Kunyit Untuk Penyakit Diabetes

Salam sejahtera! Selamat datang di Berbagi Sehat Tempatnya Berbagi Informasi Tentang Kesehatan. Anda akan dapat informasi menarik karena telah berkunjung ke situs ini. Kali ini, kita akan bahas tentang Manfaat Kunyit Untuk Diabetes.

5 Manfaat Kunyit Untuk Penyakit Diabetes

Apa Itu Diabetes ?

Diabetes adalah kondisi metabolik kronis di mana kadar gula darah dalam tubuh tetap tinggi karena tubuh gagal mengaturnya. Insulin adalah hormon yang memainkan peran penting dalam penyakit diabetes ini.

Ini diproduksi oleh pankreas dan mengendalikan gula darah. Gula darah atau glukosa bertindak sebagai bahan bakar untuk berbagai aktivitas seluler. Insulin memindahkan glukosa dari darah ke otot, lemak dan sel-sel hati di mana ia disimpan atau digunakan sebagai bahan bakar.

Pada diabetes baik sedikit insulin atau resistensi insulin menghambat transformasi glukosa ini dan pada gilirannya cenderung mempengaruhi tubuh secara negatif. Ada tiga tipe utama diabetes:

Diabetes tipe 1: Hal ini disebabkan karena kurangnya produksi insulin.
Diabetes tipe 2: Hal ini disebabkan karena kegagalan sel untuk merespon insulin dengan tepat.
Gestational diabetes: Ini terjadi selama kehamilan karena kadar glukosa darah tinggi.

Diabetes tipe 1 tidak dapat diobati sementara Tipe 2 dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan dengan atau tanpa insulin dan perubahan gaya hidup. Kunyit adalah ramuan yang dibudidayakan terutama di Asia sebagai bumbu. Tidak hanya sebagai bumbu masakan saja, kunyit adalah salah satu ramuan yang mempunyai khasiat untuk mengatasi penyakit diabetes.

5 Manfaat Kunyit Untuk Penyakit Diabetes

Kunyit mengandung sifat anti-bakteri, anti-inflamasi dan anti-oksidan yang untuk membantu penderita diabetes mengelola kadar gula darah lebih stabil. Ini membantu meningkatkan kekebalan dan mencegah infeksi yang sering rentan pada penderita diabetes.

Studi yang dilakukan pada tikus membuktikan bahwa zat kurkumin pada kunyit, efektif dalam mengurangi kadar glukosa serta memperbaiki profil lipid.

Banyak penderita diabetes juga menderita radang sendi, karena gula yang penuh darah dan proses peradangan khas diabetes sering merusak sendi. Kunyit mengandung anti-radangnya juga dapat membantu mengatasi nyeri sendi ini.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan kunyit dalam mengobati diabetes dan komplikasinya. Artikel ini membahas berbagai studi dan perkembangan yang dibuat dalam memanfaatkan khasiat alami kunyit untuk menyembuhkan atau mencegah diabetes. Sebagai berikut:

1.Kunyit dapat mengatasi peradangan pada Diabetes

Mekanisme yang terlibat dalam peradangan yang mengarah ke patogenesis diabetes adalah kompleks. Diabetes tipe 1 adalah penyakit yang dimediasi kekebalan di mana sel- sel pankreas selektif dihancurkan.

Ini terjadi ketika sel-sel pankreas yang memproduksi insulin diserang oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh dan kondisi ini disebut sebagai insulinitis. Infiltrasi sel kekebalan menyebabkan sekresi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1, sehingga memfasilitasi kemajuan peradangan dan menyebabkan kematian sel.

Peradangan tingkat rendah kronis dikaitkan dengan obesitas dan diabetes. Sitokin pro-inflamasi bernama tumor necrosis factor-α diproduksi berlebihan pada jaringan adiposa pada manusia yang obesitas.

Overproduksi ini diketahui merusak fungsi insulin dan berkontribusi terhadap resistensi insulin. Fungsi makrofag (sejenis sel imun) dan adiposit (sel lemak) yang saling tumpang tindih.

Oleh karena itu, terlihat bahwa makrofag di jaringan adiposa, baik sendiri atau dengan bantuan adiposit, mengeluarkan protein yang mempercepat peradangan dan berkontribusi terhadap resistensi insulin.

Kunyit menunjukkan sifat anti-inflamasi dengan memodulasi berbagai jalur dan aktivitas banyak protein. Beberapa mekanisme yang terlibat adalah:

  • Penekanan faktor nuklir-kappa B dan karenanya menurunkan regulasi aktivitas COX-2
  • Penghambatan produksi sitokin inflamasi seperti TNF-α, IL-6, IL-1beta
  • Mengurangi aktivitas enzim dan protein yang memediasi peradangan

Mekanisme ini menemukan penggunaannya dalam menekan peradangan yang disebabkan karena diabetes dan mencegah proliferasinya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Biomedical and Environmental Sciences, 2014 menunjukkan bahwa suplementasi dengan kurkuminoid menyebabkan penurunan enzim dan protein yang terlibat dalam peradangan pada pasien diabetes.

2. Kunyit dapat mengurangi stres oksidatif pada Diabetes

Stres oksidatif memainkan peran utama dalam patogenesis diabetes. Stres oksidatif adalah hilangnya keseimbangan antara pertahanan antioksidan alami tubuh dan produksi spesies oksigen reaktif.

Spesies oksigen reaktif (ROS) adalah molekul reaktif kimia yang mengandung oksigen dan membawa fenomena penting bagi fungsi sel normal. Namun dalam kondisi buruk, tingkat oksigen reaktif meningkat secara drastis dan menyebabkan kematian sel dan peradangan.

Pada diabetes ada peningkatan produksi glukosa oleh sel-sel endotel (lapisan dalam pembuluh darah) di jaringan adiposa (lemak tubuh).

Dalam kondisi hiperglikemik (kadar gula darah tinggi), peningkatan glukosa menyebabkan produksi ROS berlebih yang menyebabkan degradasi oksidatif lemak (peroksidasi lipid), kerusakan oksidatif pada sel, dan inisiasi jalur inflamasi.

Kunyit, antioksidan yang dikenal suka memulung ROS (memulung: membuat menjadi butir kecil), menghambat peroksidasi lipid dan meningkatkan tingkat enzim antioksidan. Sifat kunyit ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang diamati pada diabetes.

Studi pada manusia menunjukkan bahwa zat kurkumin bekerja sebagai antioksidan dan mengurangi stres oksidatif dan risiko jantung pada diabetes. Suplementasi Curcuminoid ditemukan untuk meningkatkan tingkat enzim antioksidan pada diabetes.

3. Kunyit dapat menurunkan kadar gula darah

Kurkumin berfungsi sebagai agen anti-hiperglikemik, menurunkan kadar gula darah pada diabetes. Sebuah studi peninjauan oleh Ghorbani et.al menunjukkan bahwa kurkumin menurunkan gula darah dengan beberapa cara, beberapa diantaranya adalah:

  • Merangsang produksi insulin
  • Meningkatkan aktivitas sel pankreas
  • Meningkatkan kepekaan terhadap insulin
  • Mengurangi peradangan
  • Mengurangi produksi glukosa oleh hati
  • Merangsang pemanfaatan glukosa oleh tubuh

Sebuah penelitian pada manusia menunjukkan bahwa zat curcuminoids memberikan efek anti-diabetes dengan bertindak pada protein pengikat asam lemak adiposit. Pengurangan protein ini membantu mengatur gangguan metabolisme.

Dalam penelitian lain oleh kelompok penelitian yang sama, pasien diabetes yang obesitas diobati dengan 300mg curcuminoids atau plasebo selama 3 bulan. Curcuminoid secara signifikan mengurangi suplementasi gula darah dan juga mengurangi indeks resistensi insulin.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa suplementasi nano-kurkumin pada diabetes tipe 2 selama 3 bulan membantu mengurangi kadar gula darah, hemoglobin terglikasi, kadar trigliserida.

4. Kunyit dapat memperbaiki dan meregenerasi sel pankreas

Studi eksperimental menunjukkan bahwa kurkumin bermanfaat pada diabetes autoimun dengan mengatur aksi sel-sel kekebalan yang menghancurkan sel-sel beta pankreas yang diperlukan untuk produksi insulin.

Sebuah penelitian pada hewan yang dipublikasikan di Diabetology & Metabolic Syndrome, 2013 mengungkapkan bahwa curcumin tidak hanya dapat membantu menurunkan kadar gula darah tetapi juga membantu meregenerasi dan memperbaiki sel islet pankreas yang rusak.

Transplantasi sumsum tulang adalah area terapi yang sedang diteliti secara aktif terkait dengan diabetes. Studi menunjukkan bahwa kombinasi antioksidan alami seperti kurkumin dengan transplantasi sumsum tulang dapat membantu meregenerasi sel pankreas.

5. Kunyit dapat menurunkan kadar kolesterol

Metabolisme kolesterol dipengaruhi pada tipe 1 serta diabetes tipe 2. Bahkan diabetes ditemukan mengganggu metabolisme kolesterol lebih dari sekadar obesitas.

Berbagai penelitian pada model binatang diabetes telah menemukan bahwa kurkumin dapat mengurangi kelainan kadar lipid dan kolesterol dengan mengatur fungsi hati. Kunyit sebagai bagian dari formulasi herbal alami dapat membantu menurunkan kolesterol pada pasien diabetes tipe 2.

Curcumin meningkatkan pertahanan antioksidan, mengatur metabolisme lemak, mempengaruhi penyerapan kolesterol usus dan bertindak dengan cara yang sama seperti statin (obat penurun kolesterol konvensional). www.turmericforhealth.com

Sekian pembahasan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang membacanya dan semoga sehat selalu. Salam sejahtera!

Posted by: Berbagi Sehat

5 Manfaat Kunyit Untuk Penyakit Diabetes

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *